Sejarah - Awal Mula Terciptanya Bahasa Indonesia

Sejarah Bahasa Indonesia
Awal mula terciptanya Bahasa Indonesia menurut sebuah buku kuno tata bahasa yang ditulis oleh Dr. C. A. Mess pada cetakan ke 6 (enam) sebanyak 344 halaman dan diterbitkan oleh J. B. Wolters, dicetak oleh De Unie di Jakarta tahun 1957. Buku sejarah tata bahasa ini menceritakan tentang bagaimana terciptanya Bahasa Indonesia yang mulai digunakan pada waktu itu.

Buku sejarah tata bahasa Indonesia ini masih ditulis dalam bentuk ejaan lama, dan saya mencoba / berusaha menterjemahkannya ke dalam bentuk ejaan baru/ejaan bahasa Indonesia modern yang sekarang kita gunakan. Walaupun memang agak sulit dan membingungkan, tetapi saya memiliki alasan kenapa saya harus berusaha untuk menterjemahkannya dan mempublikasikannya, tiada lain karena kita adalah masyarakat Indonesia dan bahasa nasional kita tentu Bahasa Indonesia. Jadi kita patut menghargai para pencetus yang bekerja untuk membuat bahasa Indonesia.

Ketika pada awal Dewan Rakyat dilantik pada bulan Mei 1918, maka untuk pertamakalinya munculah pemikiran dan gagasan diantara para anggota bangsa Indonesia dari seantero Nusantara, bahwa sangat disayangkan jika bangsa Indonesia tidak memiliki bahasa persekutuan, sehingga dengan sangat terpaksa mereka menerima dan menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Cita-cita kesatuan nasional telah mulai mekar dan mulai dihidupkan oleh berdirinya Dewan Rakyat pada saat itu yang sepakat juga memiliki hasrat yang sama untuk memperoleh sebuah Bahasa Nasional.

Sudah sewajarnya jika pada saat itu terpilihlah bahasa Melayu yang mempunyai kedudukan resmi karena dipakai oleh Gubernemen yang sudah tersebar dan digunakan dimana-mana sebagai bahasa Melayu-pasar.
Salahsatu aksi yang dijalankan oleh Dewan Rakyat adalah melakukan suatu perubahan didalam aturan ketertiban yang menetapkan bahwa hanya bahasa Belanda saja yang boleh dipergunakan. Dengan ketetapan Raja Belanda tertanggal 25 Juni 1918, maka aturan itupun sudah diubah sedemikian rupa sehingga para anggota diberikan kebebasan untuk memakai bahasa Melayu didalam suatu perundingan.
Bersambung.


Creative Commons License
 

Kumpulan Puisi online gratis | Sajak | Kata Mutiara | Puisi Terbaru | Puisi Romantis | Syair Puisi | Tata Bahasa | Menulis bait-bait puisi | Melatih kecerdasan | Puisi imajinasi | Blog Khusus Puisi | Sang Pujangga Puisi | Daftar Penulis Puisi | Poetry | Poetic | Poems | Puisi Bebas | Download Puisi Gratis | Free Download Puisi | Pantun | Puisi Modern | Klasik Puisi | Pengucapan Puisi | Membaca Puisi | Menterjemahkan Puisi | Puisi Religi | Puisi Kritik Politik | Puisi Kehidupan | Puisi anak | Puisi dewasa | Puisi cinta dan kasih sayang | Berbagi karya tulis puisi sajak asli dan original | Puisi Verbal | Pengucapan puisi | Inspirasi Puisi | Puisi Remaja | Cara Menulis Puisi | Cara Membaca Syair Puisi yang benar | Penyair Puisi | Seniman | Sastra | Seni | Art | Kritikus | Ilham Puisi | Puisi Persahabatan | Puisi Bermakna Dalam | Arti Puisi | Pemahaman Sajak dan Puisi | Menghayati Lirik Puisi | Kata-Kata Bijak